Langsung ke konten utama

Breadbord

 



   Assalamu'alaikum semuanya... disini aku akan berbagi materi yang aku dapatkan saat pembelajaran elektronika pada tanggal 18- Januari- 2024. Hari itu, aku dan teman-temanku belajar mengenai 'breadbord'. Disini mungkin ada sebagian orang yang belum mengetahui apasih itu breadbord? Breadbord itu salah satu alat di elektronika, bukan papan roti ya kawan ^^.

  Pada hari itu aku juga masih bingung, saat Pak Doni salah satu guru elektronika-ku membahas tentang breadbord. Menurutku, apa yang beliau jelaskan masih kurang aku fahami. Dan setelah beliau memberitahukan kepada aku dan teman-temanku akan bentuk fisik dari breadbord tersebut, akhirnya akupun faham apa itu breadbord.

   Breadboard merupakan papan yang digunakan untuk membuat prototype rangkaian elektronik. Ada beberapa orang yang menyebutnya project board bahkan protoboard (prototype board). Pada arah vertikal masing-masing lubang saling berhubungan, namun tidak untuk arah horizontal. Breadboard berfungsi sebagai konduktor listrik sekaligus tempat melekatkan kabel jumper atau header pin male agar arus listrik dari komponen satu ke komponen lainnya bisa saling terdistribusi dengan baik sesuai keinginan tanpa harus merepotkan pengguna untuk melakukan penyolderan atau melakukan bongkar pasang.

   Jika menggunakan breadboard, maka komponen-komponen yang telah dirakit tidak akan rusak dan mudah untuk dibongkar pasang. Hal ini dikarenakan papan breadboard merupakan papan tanpa solder (solderless). Bentuk fisik breadboard sekilas mirip seperti papan plastik yang memiliki banyak lubang di atasnya dengan posisi membentuk pola tertentu. Apabila diperhatikan lebih dekat maka akan terlihat beberapa deretan huruf, angka, dan perpaduan keduanya pada bagian atas breadboard. Tepatnya di dekat lubang koneksi. Fungsi deretan huruf, angka dan perpaduannya tersebut adalah sebagai titik koordinat untuk memudahkan pengguna dalam memosisikan kabel jumper di breadboard.

   Awalnya aku merasa kesulitan dalam merangkai kompenen di papan breadbord tersebut. Pasalnya apabila aku salah merangkai setiap komponennya, maka akan terjadi masalah dalam rangkaian tersebut, seperti istilah konsleting. Pada hari itu aku merangkainya dengan model rangkaian seperti gambar diatas. Walaupun sudah diberikan contoh gambar rangkaian yang harus kami kerjakan, tetapi para guru pembimbing ketrampilan-ku memberikan kebebasan kepada kami semua untuk memilih dan menentukan sendiri seperti apa model rangkaian yang kami inginkan, asalkan rangkaian tersebut masih sesuai dan berhubungan dengan contoh gambar yang diberikan Pak Tugi. 

   Walaupun pada hari itu rangkaianku masih ada beberapa yang harus direvisi tapi tak apa. Karena meskipun tergolong sedikit sulit, namun ada kesan menyenangkan tersendiri saat merangkainya. Apalagi ditambah dengan Pak Tugi dan Pak Doni yang sabar mengajarkan aku dan teman-temanku tentang cara membuat rangkaian yang benar di breadbord tersebut.

Komentar