Langsung ke konten utama

Pengalaman Pertama Membuat tulisan di Blogger



    Pertama kali mengarungi dunia sastra digital, aku sempat diliputi keraguan. Apa yang sebaiknya kutulis sebagai pembuka? Apakah tulisanku akan menarik untuk dibaca, atau justru menimbulkan tanggapan miring dari orang lain? Namun aku belajar meyakinkan diri, selama tulisan ini tidak merugikan siapa pun, bukankah tidak ada salahnya mencoba? Menulis di platform digital bisa menjadi langkah awal untuk menyalurkan gagasan.

    Sebenarnya, pengalamanku menulis sudah cukup lama terjalin. Aku terbiasa menuangkan isi hati dan pikiranku dalam bentuk cerpen, puisi, hingga karya tulis ilmiah. Menulis bagiku bukan sekadar hobi, tetapi ruang ekspresi yang menghadirkan kebebasan. Dari sana aku belajar mengolah kata, merangkai imajinasi, sekaligus melatih logika berpikir. Mungkin karena itu pula dunia sastra terasa begitu dekat denganku. Aku bahkan pernah aktif menulis di sebuah platform kepenulisan, sebuah ruang kreatif yang memberiku pengalaman berharga untuk berpartisipasi dalam event-event menulis. Dari sana aku belajar bahwa tulisan bisa menjadi jembatan komunikasi dan wadah untuk mempertemukan gagasan dengan banyak orang. Seperti kutipan Seno Gumira Ajidarma yang selalu menginspirasi: “Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa, suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana.” Kalimat ini seakan mengingatkan bahwa tulisan mampu melintasi jarak dan waktu.

    Pengalaman membuat blog pribadi baru kujalani kali ini, meski sebenarnya aku pernah mengenal blogger sejak duduk di Tsanawiyah. Waktu itu, ada tugas sekolah yang mengharuskanku membuat blog bersama teman-teman. Kami mengerjakannya dengan satu akun kolektif, dibimbing guru dari proses pembuatan hingga pengeditan tampilan. Kini, lewat blogger, aku ingin menghadirkan tulisan yang lebih personal: mulai dari catatan kecil, ulasan materi elektronika yang kupelajari, hingga karya sastra yang menjadi bagian dari hobiku.

    Menulis artikel pertama di Blogger seakan membuka pintu baru yang selama ini hanya terbuka setengah. Setiap kata yang terangkai menghadirkan rasa bebas untuk berbagi pengalaman, pandangan, dan gagasan. Mungkin belum sempurna, tetapi inilah awal perjalanan panjang dalam mengasah kemampuan menulis sekaligus menjadikan blog sebagai rumah kata. Tempat di mana cerita, puisi, maupun pemikiran ilmiah bisa bertemu, lalu bersua dengan siapa saja yang sudi membacanya.

   

Komentar