Kalian semua pasti sudah tahu kan apa itu Isra' Mi'raj?
Isra' Mi'raj adalah dua bagian perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Islam Muhammad dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa sangat penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah Nabi Muhammad mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam. Pada hari Kamis, 22 Februari 2024 di sekolahku diadakan PHBI Isra' Mi'raj. Di blog ku kali ini, aku akan menceritakan keseruan saat acara Isra' Mi'raj di Man 1 Jember.
Hari Kamis, 22 Februari 2024, pagi menyelimuti MAN 1 Jember dengan cahaya hangat yang lembut. Lapangan bawah menjadi panggung di mana semangat, doa, dan kreativitas berkumpul. PHBI Isra’ Mi’raj kali ini terasa berbeda, karena aku menjadi bagian dari sie-1 ketakwaan, membantu menyiapkan momen yang akan dikenang seluruh siswa.
Sejak pukul 09.30, langkah-langkah kami menata tempat duduk, menuntun teman-teman agar duduk rapi di lapangan. Sambil menunggu, lantunan hadrah terdengar perlahan, menandakan acara akan segera dimulai. Suara rebana mengalun seperti doa yang menari di udara, menghangatkan pagi yang cerah. MC membuka acara dengan suara yang menenangkan, memandu setiap rangkaian dengan rapi. Tilawatil Qur’an dibacakan, ayat demi ayat bergema, menembus hati setiap pendengar. Sambutan panitia memberi nuansa hangat, sementara sambutan kepala sekolah diwakilkan, tetap terasa resmi namun penuh perhatian.
Selanjutnya, MSQ (Musabaqoh Syarhil Qur’an) membawa kedalaman tersendiri. Tiga perwakilan sie-1 membacakan ayat, menjelaskan maknanya, dan menerjemahkan dengan penuh khidmat. Selepas itu, hadrah kembali di panggung untuk mahalul qiyam; seluruh peserta berdiri, bershalawat atas Nabi Muhammad SAW. Suara lantunan sholawat menembus udara, menciptakan getaran damai yang meresap ke hati. Ceramah agama oleh Ustadz Ahmad Shiddiq Syaf mengalir lembut, memberi pesan dan hikmah yang hangat. Beliau menyampaikan bahwa acara dibagi dua sesi, dengan sesi kedua menunggu setelah salat dzuhur berjamaah.
Sesi kedua datang dengan warna dan semarak. Brand communication Wardah memperkenalkan produk, melakukan demonstrasi pada salah satu siswi, dan membagikan doorprize. Tawa dan sorak riang terdengar di tengah kabut semangat. Suara merdu seorang siswa membawakan lagu “Di Sepertiga Malam”, diikuti lagu religi “Tobat Maksiat”, membuai hati semua yang hadir. Kemudian, seorang da’i dari kelas 12 PK berdiri, menebarkan hikmah dan semangat. Tari Saman menggetarkan pandangan, gerakan seirama dengan irama yang menghanyutkan. Paduan suara sholawat islami dari anggota sie-1 menambah magisnya suasana. Drama karya siswa-siswi sie-1 menutup rangkaian dengan cerita yang menghibur, menorehkan tawa, kagum, dan tepuk tangan yang bergemuruh.
Saat semua bubar, panitia kembali merapikan lapangan. Solidaritas, kerja sama, dan kehangatan terlihat jelas. Foto bersama menjadi penanda, bahwa momen ini akan tetap hidup di ingatan kami. Menjadi panitia memang melelahkan, tapi dari setiap langkah, suara, dan warna, aku belajar bahwa pengalaman itu lebih dari sekadar tugas. Ia adalah kenangan yang bergetar di hati, persahabatan baru, dan rasa bangga menjadi bagian dari sebuah kisah indah yang tak akan terlupakan.
Beberapa hasil dokumentasi :
↑Tari saman ↑↑da'i ↑

Komentar
Posting Komentar