Langsung ke konten utama

Mengenal Komponen Transistor

    Hari ini tepatnya tanggal 07 Maret 2024 aku akan membagikan tulisanku mengenai materi TRANSISTOR yang aku pelajari hari ini. Silahkan difahami dan semoga bermanfaat untuk kalian semua...

...★ TRANSISTOR ★...


A. PENGERTIAN TRANSISTOR

   Transistor berasal dari perpaduan dua kata, yakni "transfer" yang artinya pemindahan dan "resistor" yang berarti penghambat. Dengan demikian transistor dapat diartikan sebagai suatu pemindahan atau peralihan bahan setengah penghantar menjadi penghantar pada suhu atau keadaan tertentu.


 B. CARA KERJA TRANSISTOR 

      Berikut cara kerja atau mode operasi            transistor:

1. Saturasi

    Kondisi saat transistor bertindak sebagai short circuit, sehingga arus mengalir bebas dari kolektor ke emitor.

2. Cut-off

    Kondisi saat transistor bertindak sebagai open circuit, sehingga tidak ada arus mengalir dari kolektor ke emitor.

3. Active (Forward-Active)

    Arus yang mengalir dari kolektor ke emitor berbanding lurus dengan arus yang mengalir ke basis.

4. Reverse-Active

    Pada mode ini arus yang mengalir sebanding dengan arus basis, tetapi mengalir secara terbalik sehingga arus mengalir dari emitor ke kolektor.

C. FUNGSI TRANSISTOR 

1. Penguat arus
2. Pemutus dan penyambung arus 
3. Stabilitas tegangan
4. Modulasi sinyal
5. Sebagai saklar elektronik.
6. Pembangkit sinyal Flip-Flop
7. Driver motor DC
8. Gerbang logika

D. JENIS - JENIS TRANSISTOR 

     Transistor memiliki dua jenis utama: 

    1. Transistor Bipolar (BJT)

 terdiri dari tiga kaki: emitter, basis, dan kolektor. Dalam transistor BJT, arus kecil pada basis akan berubah menjadi arus besar pada kolektor. Ini disebabkan oleh pada transistor terdapat indikator Hfe/penguatan, yang setiap transistor mempunyai nilai Hfe yang berbeda. Misalnya, jika transistor mempunyai Hfe 100 maka ketika arus yang mengalir pada basis adalah 0,6 ampere, maka arus yang mengalir pada kolektor menjadi 6 ampere.

2. Transistor Unipolar (FET)

 Hanya memiliki satu jenis pembawa muatan, elektron atau hole, tergantung dari tipe. Cara kerja transistor FET adalah arus listrik utamanya mengalir dalam satu kanal konduksi sempit dengan depletion zone sisinya. Ketebalan daerah perbatasan ini dapat diubah dengan perubahan tegangan yang diberikan.

Jenis-jenis transistor lainnya antara lain :

1. power transistor

Power transistor adalah transistor daya tinggi yang banyak digunakan sebagai penguat arus dan tegangan, dan memiliki sifat yang mudah menimbulkan panas

2. high frequency transistor

High frequency transistor merupakan transistor khusus yang digunakan pada rangkaian dengan frekuensi tinggi, seperti ponsel, televisi, dan radio.

3. phototransistor


 Atau transistor foto merupakan transistor yang bekerja dengan cara mengubah energi cahaya menjadi sinyal, dan sering digunakan dalam perangkat sensor cahaya, pemindai, dan peralatan optoelektronika lainnya.

E. CARA MENENTUKAN KAKI TRANSISTOR

      Untuk menentukan kaki transistor, gunakan multimeter dan ikuti langkah ini:  

1. Ukur resistansi antara kaki basis dan kaki kolektor.  
2. Jika resistansi lebih kecil dari yang ada di data sheet, kaki basis adalah kaki kiri.  
3. Ukur resistansi antara kaki emitor dan kaki basis.  
4. Jika resistansi lebih besar dari yang ada di data sheet, kaki emitor adalah kaki kiri.
5. Kaki kolektor adalah kaki kanan.

F. CARA MENGUJI TRANSISTOR


  Cara untuk menguji transistor yaitu :

1. Periksa kondisi fisik transistor untuk memastikan tidak rusak.  

2. Periksa kaki transistor dengan multimeter untuk memastikan sesuai dengan data sheet.  
3. Uji kemampuan transistor dengan menghubungkannya ke skema elektronika yang sesuai.
4. Gunakan multimeter untuk memeriksa tegangan dan arus transistor sesuai skema.

G. PENERAPAN DALAM KEHIDUPAN 

Transistor memiliki banyak penerapan dalam kehidupan sehari-hari dan industri, termasuk dalam:

1. Rangkaian elektronika rumah tangga seperti alarm dan pengatur tegangan.
2. Perangkat elektronik portable seperti smartphone dan laptop.
3. Perangkat elektronik industri seperti kontrol suhu dan tekanan.
4. Rangkaian transistor seperti BJT dan FET untuk mengontrol arus dan tegangan.
5. Perangkat elektronik otomotif untuk sistem pengaturan mesin dan kontrol kendaraan.
6. Perangkat elektronik medis seperti monitor tekanan darah dan pengaturan infus.
7. Perangkat elektronik militer untuk radar, senjata, dan komunikasi.
8. Perangkat elektronik komunikasi seperti modem dan router.




Komentar